AIDA dan AIDA NI (間に)
Arti/makna: selama, selagi/sedang, saat/waktu/ketika (kb), melewatkan (kkt): diantaranya, di depannya (kk).
1). Watashi ga gohan o tabete iru aida Yamada san wa terebi o mite ita.
Selagi saya makan Sdr Yamada menonton TV.
2). Watashi ga gohan o tabete iru aida ni, Yamada san ga kita.
Selagi saya makan Sdr. Yamada datang.
Dari kedua contoh di atas tampak bahwa contoh kalimat (1), adalah dua pekerjaan atau peristiwa yang dimulai secara bersamaan. Sedangkan contoh kalimat (2), adalah dua pekerjaan atau peristiwa yang dimulai tidak bersamaan alias pekerjaan yang satu dikerjakan lebih
dahulu baru menyusul atau muncul perkerjaan atau peristiwa kedua.
Aida
Fungsi:
A. Digunakan untuk indikasi interval pada waktu yang bersamaan, ketika melakukan suatu kegiatan yang utama melalukan kegiatan lain sebagai tambahan atau sambilan yang dilakukan
dari titik awal sampai titik akhir.
3). Sumisu san wa nihon ni iru aida eigo o oshiete imashita.
Sdr. Smith selama tinggal di Jepang mengajar bahasa Inggris.
(Pekerjaan Sdr. Smith dilakukan selama dia tinggal di Jepang/relatif sejak ia tinggal di Jepang sampai ia pulang ke negaranya ia mengajar bahasa Inggris)
B. Digunakan untuk indikasi interval pada waktu yang bersamaan melakukan dua kegiatan yang memiliki kualitas atau tingkatan yang sama yang dilakukan dari titik awal sampai titik akhir.
4). Kodomotachi ga terebi o mite iru aida watashi wa hon o yonde imashita.
Selagi anak-anak nonton TV saya membaca buku.
(Sementara anak-anak menonton saya membaca buku/dilakukan relatif secara bersamaan)
Aida ni
Fungsi:
A. Digunakan untuk indikasi interval pada waktu, membatasi oleh titik awal dan titik akhir.
5). Anata wa dekakete iru aida ni Andi san kara denwa ga atta.
Selagi kamu berangkat ada telpon dari Sdr. Andi
6). Watashi wa yasumi no aida ni kuruma no unten menkyou o totta.
Saya membuat SIM pada saat liburan
7). 1985 nen kara1990 nen no aida ni kono chii no jinkou wa 2 bai fueta.
Antara tahun 1985 sampai 1990 populasi penduduk di daerah ini bertambah dua kali lipat.
8). Watashi wa itsumo yoru juu ji kara juuichiji no aida ni nemasu.
Saya selalu tidur diantara jam 10 dan jam 11 malam.
B. Digunakan untuk indikasi mengenai lokasi antara dua buah objek.
9). Sunda kaikyou wa Sumatora tou to Jawatou no aida ni aru.
Selat Sunda teletak di antara selat Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.
10). Hondana to kabe no aida ni techou ga ochitte shimatta.
Notebook terjatuh diantara rak buku dan dinding
11). Watashi no ie kara eki made no aida ni mitsu shingou ga aru.
Ada tiga lampu lalu lintas diantara rumahku dan statsiun.
C. Aida ni menyatakan hubungan antara dua orang atau kelompok manusia.
12). Watashi tachi oyako no aidani himitsu wa nai.
Tak ada rahasia diantara saya dan orang tuaku.
Catatan:
Aida seperti pada (1), (3), (4) selalu diikuti oleh verba bentuk lampau (pasa). Sedangkan aida ni pada (8), (9), (11), (12) bisa juga diikuti oleh bentuk present (non-pasa).
Latihan:
Pilihlah jawaban yang benar a atau b!
Ibuku sakit selagi saya mengikuti training di Jepang
Watashi ga nihon ni kenshuu shite iru ..... haha ga byouki ni natta.
a. aida b. aida ni
Kamis, 27 Maret 2008
Aida dan Aida ni
Diposting oleh
Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang Indonesiag Indonesia
di
19.29
Tidak ada komentar:
Label:
Belajar pintar
Selasa, 11 Maret 2008
JURNAL ASPBJI PUSAT
Susunan Pengurus:
Dewan Redaksi Jurnal ASPBJI NIHONGO
Dewan Redaksi Jurnal ASPBJI NIHONGO
Penanggung Jawab : Nandang Rahmat
Ketua Redaksi : H. Ahmad Dahidi
Wakil Ketua Redaksi : Hj.Puspa Mirani Kadir
Penyunting Akhli : Wawan Danasasmita
Nandang Rahmat
Otsuka Hiroko
Yamamoto Akihiko
Anggota Redaksi : Yayat Hidayat
Sri Iriantini
Uning Kuraesin
Dedi Sutedi
Sony Mulyawan
Pengelola Admininistrasi : Sugihartono
Amaliatun Saleha
Alamat Redaksi : Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang Indonesia
d/a UPT Pusat Studi Bahasa Jepang,
Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Jatinangor Km 21, Sumedang, Jawa Barat
Tel/Fax 022-7796388
Alamat e mail : sakura03@bdg.centrin.net.id journal_nihongo@yahoo.co.jp
Ketentuan penulisan artikel
Penjelasan Umum:
1. Jenis Artikel:
(A)Rangkuman Tesis atau Disertasi
(B)Artikel Hasil Riset (Research Articles/Kenkyuu Ronbun)
(C)Artikel Hasil Riset atau Survei(Survey or Practical Articles/Chousa Houkoku atau Jissen Houkoku).
2. Penulisan artikel terbuka bagi seluruh anggota ASPBJI
3. Diizinkan mengirimkan artikel yang telah dipresentasikan pada kegiatan seminar dll di lingkungan korwil masing-masing atas rekomendasi ketua korwil dengan catatan artikel yang dimaksud belum dipublikasikan.
4. Dewan redaksi berhak mengedit artikel tanpa mengubah esensi materinya.
5. Jurnal terbit setiap April dan Oktober.
6. Tidak disediakan honor penulisan.
7. Batas akhir penerimaan artikel 30 April 2008 untuk edisi Oktober 2008.
8. Pemilik hak cipta atas artikel yang dimuat adalah ASPBJI Pusat dan jika bermaksud dipublikasikan pada media lain perlu izin tertulis dari Ketua ASPBJI Pusat.
9. Alamat Redaksi :Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang Indonesia
d/a UPT Pusat Studi Bahasa Jepang Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Jatinangor Km 21, Sumedang, Jawa Barat
Tel/Fax 022-7796388
Alamat e mail: journal_nihongo@yahoo.co.jp
sakura03@bdg.centrin.net.id
A. Ketentuan Umum
1. Naskah ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Jepang.
2. Jumlah halaman naskah/artikel maksimal 10 halaman (sudah termasuk daftar pustaka, ukuran kertas A4.
3. Naskah belum pernah dimuat/dipublikasikan dalam media cetak (jurnal lain).
4. Artikel supaya diketik pada program Microsoft Word, dikirimkan keRedaksi dalam bentuk disket dan satu printout, jenis huruf Times New Roman (atau yang mirip/sejenisnya) dengan ukuran 12, jarak dua spasi. Atau bisa juga dikirimkan ke E-mail dengan alamat:
sakura03@bdg.centrin.net.id
journal_nihongo@yahoo.co.jp
5. Catatan ditulis pada akhir naskah (endnote), tidak pada akhir halaman (footnote).
6. Nama penulis yang disitir atau dirujuk hendaknya ditulis dengan urutan berikut : nama akhir penulis (myouji), tahun penerbitan, dan nomor halaman (bila diperlukan). Misalnya, (Radford, 1997 : 215).
7. Penulis yang naskahnya dimuat akan memperoleh imbalan berupa nomor bukti pemuatan sebanyak 3 (tiga) eksemplar.
8. Naskah yang tidak dimuat tidak akan dikembalikan, kecuali penulis
memintanya.
B. Ketentuan Khusus (Sistematika Penulisan)
- Judul artikel
- Nama penulis (tanpa gelar akademis)
- Abstrak. Jika naskah ditulis dalam bahasa Indonesia, abstrak harap ditulis dalam bahasa Jepang maksimal 400 huruf dan jika naskah ditulis dalam bahasa Jepang, abstrak harap ditulis dalam bahasa Indonesia maksimal 300 kata.
- Pencantuman key word maksimal 5 kata dicantumkan setelah naskah abstrak.
- Pendahuluan (tanpa subjudul memuat latar belakang masalah, letak permasalahan, metode penelitian, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian).
- Tinjauan Pustaka
- Pembahasan hasil penelitian (subjudul demi subjudul dan jumlah disesuaikan dengan kebutuhan).
- Penutup (atau kesimpulan dan saran).
- Daftar Pustaka/Pustaka Rujukan, dengan ketentuan urutan
sebagai berikut (Nama Pengarang, tahun terbit. Judul Buku
Rujukan. Kota Terbit : Penerbit).
Contoh :
Kridalaksana, Harimurti. 1984. Kelas Kata Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Kimura, Muneo. 1988. Kyoojuhoo Nyuumon. Tokyo : The Japan Foundation.
Gleason, Jean Berko. 1998. "The Father Bridge Hypothesis."
Journal of Child Language, Vol. 14, No. 3.
Diposting oleh
Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang Indonesiag Indonesia
di
09.00
Tidak ada komentar:
Label:
Informasi
Sabtu, 08 Maret 2008
Bunkasai ke-IV MGMP Sumbar
Selamat atas suksesnya acara Bunkasai MGMP
Omedetou gozaimasu...
Pada hari Minggu tanggal 2 Maret 2008 telah dilaksanakan Festival Kebudayaan Jepang Ke-IV tinggkat SMU dan SMK se-Sumatera Barat di SMUN 10 Padang. Ketua MGMP Sumatera Barat Sofyan S.Pd., menilai bahwa festival kali ini lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dilihat dari jumlah peserta dan kegiantan yang semakin meningkat. Dikatakannya juga bahwa pemenang atau Juara 1 Speech Contest akan mewakili
Sumatera Barat dalam perlombaan tingkat nasional di Jakarta. Sedangkan, menurut ketua pelaksana Nanda S.S., pada tahun ini ada penambahan acara perlombaan Cerdas-cermat keJepangan yang sudah lama direncanakan yang diikuti oleh
32 grup. Nanda juga menyebutkan untuk kali ini alhamdulillah panitia mendapat
bantuan dari The Japan Foundation dan Minang Kikin Padang. Turut hadir pada
kesempatan tersebut ketua Minang Kikin, Bapak Dr. Ir. Azwar Rasyidin, M.Sc. Ketua ASBPJI Sumatra Barat, Drs. Anwar Nasihin, N.Hum. , juga hadir kepala Diknas Kota Padang, serta Kepala sekolah SMUN 10 Padang.
Nama-nama pemenangnya adalah:
1. Speech Contest
Juara 1: Bismila Fauzana (SMUN 1 Padang Panjang). Judul: Omiyage
Juara 2: Geza Scortionda (SMUN 5 Padang). Judul: Keitai Denwa
Juara 3: Anee Gozali (SMU Don Bosco Padang). Judul: Tomodachi
Juara Harapan: Ikhtiar Marta Kurnia (SMA 1 Bukittinggi). Mirai
2. Cerdas Cermat
Juara 1: SMUN 1 Padang
Juara 2: SMU Don Bosco Padang
Juara 3: SMUN 5 Bukittinggi
3. Kana Contest
Juara 1 : Turangga Bayu (SMU Kartika 1/5 Padang.
Juara 2: Dina Fitri Fauzia (SMUN 1 Padang)
Juara 3: Liganda E. Mahata (SMUN 1 Padang)
Juara Harapan: Fajlu Anshari (SMU Kartika 1/4 Padang)
4. Japanese Anime Contest
Juara 1: Ari Pratama Putra (SMUN 4 Padang)
Juara 2: Nanda Setiawan (SMA Semen Padang)
Juara 3: Nessya Fitri Yana (SMAN 10 Padang)
Sumber: ASPBJI Sumbar (3308)
Omedetou gozaimasu...
Pada hari Minggu tanggal 2 Maret 2008 telah dilaksanakan Festival Kebudayaan Jepang Ke-IV tinggkat SMU dan SMK se-Sumatera Barat di SMUN 10 Padang. Ketua MGMP Sumatera Barat Sofyan S.Pd., menilai bahwa festival kali ini lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dilihat dari jumlah peserta dan kegiantan yang semakin meningkat. Dikatakannya juga bahwa pemenang atau Juara 1 Speech Contest akan mewakili
Sumatera Barat dalam perlombaan tingkat nasional di Jakarta. Sedangkan, menurut ketua pelaksana Nanda S.S., pada tahun ini ada penambahan acara perlombaan Cerdas-cermat keJepangan yang sudah lama direncanakan yang diikuti oleh
32 grup. Nanda juga menyebutkan untuk kali ini alhamdulillah panitia mendapat
bantuan dari The Japan Foundation dan Minang Kikin Padang. Turut hadir pada
kesempatan tersebut ketua Minang Kikin, Bapak Dr. Ir. Azwar Rasyidin, M.Sc. Ketua ASBPJI Sumatra Barat, Drs. Anwar Nasihin, N.Hum. , juga hadir kepala Diknas Kota Padang, serta Kepala sekolah SMUN 10 Padang.
Nama-nama pemenangnya adalah:
1. Speech Contest
Juara 1: Bismila Fauzana (SMUN 1 Padang Panjang). Judul: Omiyage
Juara 2: Geza Scortionda (SMUN 5 Padang). Judul: Keitai Denwa
Juara 3: Anee Gozali (SMU Don Bosco Padang). Judul: Tomodachi
Juara Harapan: Ikhtiar Marta Kurnia (SMA 1 Bukittinggi). Mirai
2. Cerdas Cermat
Juara 1: SMUN 1 Padang
Juara 2: SMU Don Bosco Padang
Juara 3: SMUN 5 Bukittinggi
3. Kana Contest
Juara 1 : Turangga Bayu (SMU Kartika 1/5 Padang.
Juara 2: Dina Fitri Fauzia (SMUN 1 Padang)
Juara 3: Liganda E. Mahata (SMUN 1 Padang)
Juara Harapan: Fajlu Anshari (SMU Kartika 1/4 Padang)
4. Japanese Anime Contest
Juara 1: Ari Pratama Putra (SMUN 4 Padang)
Juara 2: Nanda Setiawan (SMA Semen Padang)
Juara 3: Nessya Fitri Yana (SMAN 10 Padang)
Sumber: ASPBJI Sumbar (3308)
Diposting oleh
Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang Indonesiag Indonesia
di
00.31
Tidak ada komentar:
Label:
Informasi
Sabtu, 02 Februari 2008
Alamat ASPBJI (GAKKAI) Sumatra Barat
Alamat Sekretariat ASPBJI (Gakkai) Sumatra Barat:
Jl. Bunda IIIA, No.1 Ulak Karang Padang
Kode Pos: 25133
Silakan layangkan komentar Anda pada Alamat E-mail ASPBJI Sumatrera Barat, berikut ini:
nishisumatora_gakkai@yahoo.co.jp atau
aplikomjp@yahoo.co.jp
Jl. Bunda IIIA, No.1 Ulak Karang Padang
Kode Pos: 25133
Silakan layangkan komentar Anda pada Alamat E-mail ASPBJI Sumatrera Barat, berikut ini:
nishisumatora_gakkai@yahoo.co.jp atau
aplikomjp@yahoo.co.jp
Diposting oleh
Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang Indonesiag Indonesia
di
12.27
Tidak ada komentar:
Selasa, 22 Januari 2008
Fetival Kebudayaan Jepang 2008
1. Padang J-Invasion:
by: Akamaru '95 dan Ray Stasion 95.10 FM.
Tema: "Feel The Spirit of Japan in Padang"
Waktu: 24 Februari 2008
Tempat: Gedung Bagindo Aziz Chan Padang.
Kegiatan: - Lomba Cerdas Cermat Kejepangan
- Lomba Chara Design Manga/Anime
- Lomba Make a New Jutsu
2. Bunkasai ke-4 MGMP Sumatra Barat
Tema: "Melalui Bunkasai ke-4 Kita tingkatan Pemahaman tentang Bahasa dan
Budaya Jepang serta Mempererat Hubungan Silaturahim antar
Pengajar dan Siawa yang Mempelajari Bahasa Jepang"
Waktu: 2 Maret 2008
Tempat SMA Negeri 10 Padang.
Jl. Situjuh Padang
Acara: - Lomba Pidato Bahasa Jepang
- Lomba Cerdas Cermat
- Lomba Kana
- Anime Jepang
- Pameran Budaya Jepang kerjasama dengan Universitas Bung Hatta dan
Universitas Andalas Padang.
3. Bunkasai Tingkat PT ke-VIII
Tema: "Melalui Festival Kebudayaan Jepang Kita Tingkatkan Minat dan
Motivasi Masyarakat Sumatera barat dan Sekitarnya terhadap Bahasa dan
Budaya Jepang menuju Kemitraan Global Indonesia-Jepang"
Waktu: 7 - 10 Mei 2008
Tempat: Universitas Bung Hatta Padang.
Jl. Sumatra Ulak Karang Padang 25133.
Acara: - Lomba Cerdas Jermat Kejepangan tingkat SMU dan PT
- Benron Taikai tingkat PT dan Umum
- Kanji, Kana, Shodo, dan Origami Contest
- Japanese Singing Contest tingkat PT, Umum, dan staf Pengajar
bahasa Jepang.
- Seminar Nasional
- dll.
Diposting oleh
Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang Indonesiag Indonesia
di
14.30
Tidak ada komentar:
Minggu, 23 Desember 2007
Waspada selama berada di Jepang...
From: Riri Dwianto *)
Sent: Wednesday, December 12, 2007 11:33 AM
Subject: WASPADA bagi yang akan bepergian ke Jepang
Rekan-rekan yth.,
Tentu ada di antara rekan-rekan yang berencana untuk bepergian ke Jepang atau bahkan tinggal di Jepang (untuk sekolah misalnya).
Kemarin saya baru saja mengalami pengalaman yang tidak enak, hingga kesan positif saya terhadap Jepang selama ini menjadi hancur berkeping-keping.
Saya ingin sekedar mengajak rekan-rekan untuk jauh lebih WASPADA selama berada di Jepang, serta SELALU MEMBAWA kartu identitas diri (paspor yang ada tertulis status tinggal / visa di Jepang serta masa berlaku status tsb)
Saya sendiri sekarang sedang menjadi fellow the Japan Foundation dan melakukan penelitian di sebuah universitas negeri di Jepang. Dan, bila ditotal seluruhnya, saya sudah tinggal di Jepang lebih dari 8 tahun (meskipun bukan 8 tahun berturut-turut)
Sudah beberapa rekan PPI Jepang (Persatuan Pela jar Indonesia di Jepang) mengalaminya, dan kemarin pagi saya mengalaminya sendiri ketika baru saja turun dari Shinkansen (kereta super ekspress) di stasiun Tokyo. Saya ke Tokyo dalam rangka memberi kuliah di sebuah univ swasta di Tokyo.
Tiba-tiba tiga orang pria Jepang mencegat saya. Seorang di antaranya mengaku dari Badan Intelijen Kepolisian Jepang (kou an), sambil menunjukkan lencananya dan meminta saya menunjukkan identitas diri.
Karena saya merasa tidak melakukan kesalahan apa pun, saya menanyakan alasan mengapa saya harus dicegat dan diminta identitas diri. Jawaban mereka sungguh menggelikan (tapi ini lah kenyataan Jepang saat ini): karena saya ORANG ASING!
Rekan-rekan PPI Jepang lain yang juga pernah dicegat seperti itu, ketika menanyakan alasannya dicegat, jawabannya adalah: karena akhir-akhir ini banyak kejahatan dan banyak teroris
(berarti rekan PPI itu dianggap berpotensi melakukan kejahatan atau berminat jadi teroris dong ya. Sementara, seingat saya, teror di tahun 1990an di subway Tokyo justru dilakukan oleh para oknum agama Aum Shinrikyo yang semuanya adalah orang Jepang, dan kejahatan pembunuhan yang akhir-akhir ini banyak disiarkan oleh televisi di Jepang, ternyata pembunuhnya selalu orang Jepang sendiri....)
Saya pribadi merasa perlakuan pihak kepolisian Jepang ini sangat melecehkan hak-hak asasi saya sebagai seorang manusia.
Selama 41 tahun saya hidup sebagai manusia, baik di Indonesia, di Perancis, di Jepang atau di belahan bumi mana pun, baru kali ini saya dicegat dan alasannya hanya karena saya orang asing.
(rasa-rasanya, saya yang ibu-ibu paruh baya ini, tidak bertampang calon teroris atau calon penjahat deh....)
Sayangnya, hal ini adalah kenyataan yang ada di dalam negeri Jepang ini.
Memang saya hanya diminta menunjukkan kartu identitas, tapi saya dengar ada rekan PPI yang sampai harus menunjukkan isi tasnya.
Saya saat ini sedang berusaha mencari tahu, kita sebagai orang asing, seberapa jauh pihak Jepang (dalam hal ini diwakili oleh kepolisian Jepang) bisa menerobos privacy kita. Saat ini saya hanya baru tahu, bahwa pihak kepolisian Jepang memang bisa melakukan interogasi mendadak. Namun saya belum berhasil mendapakan aturan atau UU Jepang mengenai itu.
Saya sangat kawatir, karena, kalau memang kita sebagai orang asing tidak punya hak apa pun, dan Jepang bisa melakukan apa pun terhadap kita, hanya karena kita adalah orang asing, bisa-bisa terjadi hal ekstrim, di mana seorang asing ditelajangi di muka umum, hanya karena dia orang asing.
Saya ingin meminta bantuan rekan-rekan untuk menyebarkan informasi tentang kondisi Jepang dewasa ini, beserta posisi Jepang terhadap orang asing.
Paling tidak, jangan sampai ada orang asing yang lupa membawa identitas diri sehingga menghadapi kesulitan yang tidak perlu.
Terima kasih banyak untuk bantuan rekan-rekan sekalian.
Riri Dwianto
(saat ini menjadi research fellow di jurusan sosiologi, universita Tohoku, Jepang)
Sent: Wednesday, December 12, 2007 11:33 AM
Subject: WASPADA bagi yang akan bepergian ke Jepang
Rekan-rekan yth.,
Tentu ada di antara rekan-rekan yang berencana untuk bepergian ke Jepang atau bahkan tinggal di Jepang (untuk sekolah misalnya).
Kemarin saya baru saja mengalami pengalaman yang tidak enak, hingga kesan positif saya terhadap Jepang selama ini menjadi hancur berkeping-keping.
Saya ingin sekedar mengajak rekan-rekan untuk jauh lebih WASPADA selama berada di Jepang, serta SELALU MEMBAWA kartu identitas diri (paspor yang ada tertulis status tinggal / visa di Jepang serta masa berlaku status tsb)
Saya sendiri sekarang sedang menjadi fellow the Japan Foundation dan melakukan penelitian di sebuah universitas negeri di Jepang. Dan, bila ditotal seluruhnya, saya sudah tinggal di Jepang lebih dari 8 tahun (meskipun bukan 8 tahun berturut-turut)
Sudah beberapa rekan PPI Jepang (Persatuan Pela jar Indonesia di Jepang) mengalaminya, dan kemarin pagi saya mengalaminya sendiri ketika baru saja turun dari Shinkansen (kereta super ekspress) di stasiun Tokyo. Saya ke Tokyo dalam rangka memberi kuliah di sebuah univ swasta di Tokyo.
Tiba-tiba tiga orang pria Jepang mencegat saya. Seorang di antaranya mengaku dari Badan Intelijen Kepolisian Jepang (kou an), sambil menunjukkan lencananya dan meminta saya menunjukkan identitas diri.
Karena saya merasa tidak melakukan kesalahan apa pun, saya menanyakan alasan mengapa saya harus dicegat dan diminta identitas diri. Jawaban mereka sungguh menggelikan (tapi ini lah kenyataan Jepang saat ini): karena saya ORANG ASING!
Rekan-rekan PPI Jepang lain yang juga pernah dicegat seperti itu, ketika menanyakan alasannya dicegat, jawabannya adalah: karena akhir-akhir ini banyak kejahatan dan banyak teroris
(berarti rekan PPI itu dianggap berpotensi melakukan kejahatan atau berminat jadi teroris dong ya. Sementara, seingat saya, teror di tahun 1990an di subway Tokyo justru dilakukan oleh para oknum agama Aum Shinrikyo yang semuanya adalah orang Jepang, dan kejahatan pembunuhan yang akhir-akhir ini banyak disiarkan oleh televisi di Jepang, ternyata pembunuhnya selalu orang Jepang sendiri....)
Saya pribadi merasa perlakuan pihak kepolisian Jepang ini sangat melecehkan hak-hak asasi saya sebagai seorang manusia.
Selama 41 tahun saya hidup sebagai manusia, baik di Indonesia, di Perancis, di Jepang atau di belahan bumi mana pun, baru kali ini saya dicegat dan alasannya hanya karena saya orang asing.
(rasa-rasanya, saya yang ibu-ibu paruh baya ini, tidak bertampang calon teroris atau calon penjahat deh....)
Sayangnya, hal ini adalah kenyataan yang ada di dalam negeri Jepang ini.
Memang saya hanya diminta menunjukkan kartu identitas, tapi saya dengar ada rekan PPI yang sampai harus menunjukkan isi tasnya.
Saya saat ini sedang berusaha mencari tahu, kita sebagai orang asing, seberapa jauh pihak Jepang (dalam hal ini diwakili oleh kepolisian Jepang) bisa menerobos privacy kita. Saat ini saya hanya baru tahu, bahwa pihak kepolisian Jepang memang bisa melakukan interogasi mendadak. Namun saya belum berhasil mendapakan aturan atau UU Jepang mengenai itu.
Saya sangat kawatir, karena, kalau memang kita sebagai orang asing tidak punya hak apa pun, dan Jepang bisa melakukan apa pun terhadap kita, hanya karena kita adalah orang asing, bisa-bisa terjadi hal ekstrim, di mana seorang asing ditelajangi di muka umum, hanya karena dia orang asing.
Saya ingin meminta bantuan rekan-rekan untuk menyebarkan informasi tentang kondisi Jepang dewasa ini, beserta posisi Jepang terhadap orang asing.
Paling tidak, jangan sampai ada orang asing yang lupa membawa identitas diri sehingga menghadapi kesulitan yang tidak perlu.
Terima kasih banyak untuk bantuan rekan-rekan sekalian.
Riri Dwianto
(saat ini menjadi research fellow di jurusan sosiologi, universita Tohoku, Jepang)
Diposting oleh
Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang Indonesiag Indonesia
di
20.49
Tidak ada komentar:
Label:
Kaba dari Rantau
Langganan:
Postingan (Atom)